Percepat Proses Penyembuhan Pasien Lewat Terapi Musik dan Nyanyi


Seperangkat alat drum yang disediakan instalasi Rehab Medik dan Mental Psikososial RSJ Menur

SURABAYA – Musik merupakan seni yang melukiskan pemikiran dan perasaan manusia lewat keindahan suara. Sejarah penggunaan musik sebagai media penenang psikologi manusia telah dirintis sejak masa filosof Yunani kuno, Plato dan Aristoteles. Di Iran dan diperbagai literatur kuno soal musik, pengaruh musik terhadap jiwa manusia telah dibahas secara khusus. Selama berabad-abad yang lalu, bangsa Iran juga memanfaatkan terapi musik sebagai metode penyembuhan dan menjadikannya sebagai faktor yang bisa menjaga kesehatan jiwa.

Lewat efeknya yang ajaib, musik dapat membebaskan rasa manusia dari jeratan tekanan batin, rasa kesepian, panik, dan berbagai gangguan mental lainnya. Karena itu, di beberapa rumah sakit yang memiliki layanan khusus jiwa menjadikan musik sebagai salah satu terapi penyembuhan. Hal ini pula yang diterapkan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur. Lewat instalasi Rehab Medik dan Mental Psikososial, RSJ Menur menerapkan terapi musik dan bernyanyi sebagai salah satu terapi untuk penyembuhan pasien jiwa.

“Pasien yang relatif sudah tenang dan memiliki hobi bermain musik ataupun bernyanyi dapat memakai fasilitas yang kami sediakan mulai dari seperangkat alat drum hingga perangkat untuk karaoke,” ujar Augustha Wicaksono, Instruktur Musik di Instalasi Rehab Medik dan Mental Psikososial RSJ Menur.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, tidak ada batasan khusus baik soal jumlah pasien maupun lamanya mereka bermain musik. Yang terpenting pasien merasa senang.

“Tidak ada batasan mau main musik berapa jam, atau berapa pasien yang datang untuk main musik. Satu pasien yang datang saja tetap kami layani,” tukasnya.

Biasanya, lanjut Augustha, pasien akan bermain musik hingga lelah. Jika sudah begini maka ia akan minta berhenti main musik dengan sendirinya. Augustha pun harus rela mendampingi pasien ketika bermain musik. Bahkan ia merupakan partner bagi pasien ketika bermain musik.

“Saya juga ikut main musik, misalnya pasien pegang drum saya yang main gitar atau basisnya. Intinya mengimbangi permainan musik pasien. Kadang saya juga mengarahkan mereka main musik yang benar,” terangnya.

Menurut Augustha, pasien yang memanfaatkan terapi musik di instalasi Rehab Medik dan Mental Psikososial memang memiliki hobi dalam bermain musik ataupun bernyanyi. Mereka (pasien,red) akan memainkan musik atau nyanyian yang memang menjadi favorit.

Jika bermain musik dapat dilakukan sewaktu-waktu saat terapi kerja, maka bernyanyi justru dilakukan setiap satu minggu sekali yakni di hari Kamis pagi dengan durasi satu jam lamanya. Seperangkat karaoke pun dipersiapkan bagi pasien yang ingin bernyanyi. Seorang instruktur juga dipersiapkan untuk mendampingi pasien saat karaoke.

Pasien yang ingin karaoke dapat memilih lagu dari berbagai genre musik yang menjadi favoritnya. Mulai dari genre pop, dangdut, hingga lagu India sekalipun.

“Mereka mau nyanyi lalu apa saja kita persiapkan cd nya karena koleksi lagunya memang cukup banyak, intinya kita ingin menyenangkan hati pasien. Dengan demikian proses penyembuhannya dapat lebih cepat dilakukan,” tegasnya.

Bahkan pasien yang memiliki kemampuan mumpuni di bidang musik ataupun menyanyi dapat tampil dalam event-event khusus yang digelar RSJ Menur mulai dari perayaan HUT Kemerdekaan RI hingga HUT Provinsi Jatim.

“Ya mereka bisa tampil kalau ada event-event khusus disini. Tampil nge drum atau nyanyi kita persilahkan,” pungkasnya.

Share this post

No comments

Add yours