Pasien Gangguan Jiwa Rawan Menderita Malnutrisi


Penyuluhan gizi kepada keluarga pasien oleh Instalasi Gizi RSJ Menur

SURABAYA – Pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ) rentan menderita malnutrisi. Asupan makanan yang kurang diperhatikan menjadi salah satu faktor ODGJ menderita malnutrisi. Diungkapkan Suciningati, Amd.G, Kepala Instalasi Gizi Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, malnutrisi merupakan status kondisi seseorang yang kekurangan nutrisi, atau nutrisinya di bawah standar. Kondisi ini pula yang setidaknya terjadi pada kebanyakan pasien gangguan jiwa yang pertama kali datang ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur.

Dari catatan Instalasi Gizi RSJ Menur, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir sebanyak 19,28 persen pasien gangguan jiwa yang datang pertama kali menderita malnutrisi. Ada banyak faktor yang menyebabkan mereka menderita kekurangan gizi atau malnutrisi.

“Kebanyakan pasien baru yang datang dengan gangguan jiwa berasal dari Liponsos, dimana mereka tidak memiliki keluarga sehingga asupan makanan juga kurang diperhatikan, sehingga ketika mereka kita diagnosis menderita malnutrisi,” ujar wanita yang telah mengabdi di RSJ Menur selama 27 tahun ini.

Terhadap kondisi yang demikian pihaknya pun memiliki treatment khusus lewat asuhan gizi. Ada beberapa tahap yang dilakukan dalam asuhan gizi yakni penggalian informasi, hasil laboratorium terhadap kondisi pasien, riwayat pasien, menegakkan diagnosis gizi, intervensi, monitoring dan evaluasi.

“Keseluruhan tahap ini harus kita lakukan untuk pemberian asupan makanan yang tepat terhadap pasien agar kondisi mereka bisa jadi lebih baik,” tegas wanita yang karib disapa Suci ini.

Sementara itu dalam upaya pemenuhan gizi pasien gangguan jiwa, lanjut Suci, dilakukan dengan pembedaan antara pasien dengan kondisi khusus dan pasien yang kondisi gizinya normal.

“Nah pasien dengan kondisi khusus inilah termasuk mereka yang malnutrisi kita lakukan asuhan gizi. Jadi asupan makanan yang kita berikan harus disesuaikan dengan kondisi mereka, tidak bisa asal ngasih makan,” imbuhnya.

Sedangkan bagi pasien yang masih memiliki keluarga, Instalasi Gizi RSJ Menur memiliki program bernama Penyuluhan Kelompok Keluarga Pasien.
Dalam program ini keluarga dikumpulkan dalam satu ruangan kemudian diberikan penyuluhan terkait gizi. Program ini biasa dilakukan setiap dua minggu sekali. Dengan adanya program ini diharapkan keluarga dapat memperhatikan betul asupan gizi betul dari pasien yang telah diizinkan pulang.

“Jangan sampai nanti ketika mereka (pasien,red) pulang tidak diperhatikan makanannya, kalau keluarga cuek pasien bisa kambuh lagi, tegasnya.

Kasus yang demikian (keluarga abai,red) kerap terjadi saat pasien telah dinyatakan sembuh dan kembali ke rumah. Namun mereka (pasien,red) terpaksa harus kembali lagi ke RSJ Menur karena kambuh.

“Ya salah satunya karena keluarga tidak peduli sehingga pasien stres, kalau kondisi psikisnya tidak stabil mereka bisa kambuh,” ingatnya.

Bimbingan Mahasiswa Magang

Selain memberikan penyuluhan kepada keluarga pasien dan menerima konseling gizi, Instalasi Gizi RSJ Menur juga kerap memberikan bimbingan kepada para mahasiswa magang. Tercatat, mahasiswa dari Unair dan Stikes Nusantara Kupang yang rutin mengirimkan mahasiswanya ke Instalasi Gizi RSJ Menur.

Mahasiswa magang dari FKM Unair

“Setahun dua kali biasanya dari mereka ada yang magang disini, selama satu bulan. Kita membimbing mereka terkait gizi pasien utamanya pasien dengan gangguan jiwa,” pungkas Suci.

Share this post

No comments

Add yours