Meningkatkan Kreativitas Anak Berkebutuhan Khusus Lewat Home Program


Direktur RSJ Menur DR. drg. Sri Agustina Ariandani (kanan), saat berinteraksi dengan keluarga pasien di poliklinik Tumbuh Kembang Anak dan Remaja

SURABAYA – Tingkat kunjungan pasien Anak Berkebutuhan Khusus di poliklinik Tumbuh Kembang Anak dan Remaja RSJ Menur terus bertambah setiap tahunnya. Dari data yang ada, mulai tahun 2014 hingga 2017 kunjungan tersebut melonjak dari 2882 menjadi 4334 kunjungan atau melonjak lebih dari 150 persen. Kenaikan ini tidak diimbangi dengan ketersediaan SDM dan sarana yang memadai. Berangkat dari masalah ini RSJ Menur pun melakukan terobosan dengan meluncurkan ‘Home Program’ agar para anak berkebutuhan khusus tersebut masih mendapatkan terapi yang maksimal dengan peran serta keluarga yang lebih besar.

Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak-anak yang dalam perkembangannya mengalami gangguan, keterlambatan, memiliki faktor resiko sehingga untuk mencapai perkembangan optimal memerlukan intervensi khusus.

Anaka Berkebutuhan Khusus akan mengalami berbagai permasalahan dalam menjalani rutinitasnya mulai dari kurangnya kemandirian, prestasi akademis yang kurang maksimal, lebih temperamental, hingga kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungannya.

“Kekerasan dan penelantaran terhadap Anak Berkebutuhan Khusus perlu mendapatkan perhatian serius. Apalagi jumlah mereka (ABK,red) setiap tahunnya terus meningkat. Anak adalah anugerah seperti apapun kondisi mereka, jadi kita harus memperlakukan mereka sebagamana mestinya. Dan melalui Home Program ini terapi terhadap mereka dapat tetap dilakukan dengan peran serta keluarga yang lebih besar,” jelas Direktur RSJ Menur DR. drg. Sri Agustina Ariandani.

Dalam Home Program, lanjut Sri Agustina, terapi dapat dilakukan di rumah tentunya dengan pengawasan dari Psikiater Poliklinik Tumbang RSJ Menur. Setiap orang tua akan mendapatkan buku yang dapat menjadi penghubung dengan psikiater. Dalam buku tersebut berisi laporan terapi yang telah dilakukan orang tua terhadap sang buah hati. Sebelumnya para orang tua telah dibekali terapi-terapi yang harus diberikan kepada sang buah hati.

“Dengan adanya Home Program ini biaya terapi dapat ditekan namun pemberian terapi tetap dilakukan secara maksimal dengan adanya peran serta secara langsung dari keluarga,” imbuhnya.

Kolaborasi dengan keluarga dalam Home Program ini dianggap cukup efektif dalam memberikan terapi kepada Anak Berkebutuhan Khusus karena terapi tidak hanya dilakukan saat yang bersangkutan berkunjung ke rumah sakit saja. Lewat Home Program ini terapi dapat pula dilakukan di rumah.

“Terapi terhadap Anak Berkebutuhan Khusus tentunya sangat menyita waktu dan biaya, belum lagi beda pendapat dalam keluarga tentang pola pengasuhan mereka. Stigma negative dari masyarakat kian memperparah kondisi anak-anak ini. Sehingga Home Program dapat menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan kreativitas anak berkebutuhan khusus,” pungkasnya.

Home Program merupakan salah satu terobosan dari Poliklinik Tumbuh Kembang Anak dan Remaja (Tumbang) RSJ Menur dalam meningkatkan pelayanannya. Selain Home Program, Poliklinik Tumbang RSJ Menur juga melayani deteksi dini, pemeriksaan, konsultasi, terapi gangguan jiwa pada anak dan remaja.

Adapula fasilitas pelayanan daycare anak yang mencakup terapi okupasi, terapi wicara, remedial teaching, dan fisioterapi.

Share this post

No comments

Add yours