Penderita Gangguan Jiwa Butuh Dukungan Keluarga


Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Jiwa Menur dr. Rr Ika Indiyah P, M.Kes.

SURABAYA – Penderita gangguan jiwa kerap mengalami dampak sosial sangat serius berupa penolakan, pengucilan dan diskriminasi. Tak jarang keluarga juga kerap memperlakukan mereka tidak sebagaimana mestinya. Hal ini justru makin memperparah kondisi mereka. Padahal untuk sejumlah kasus gangguan jiwa bisa disembuhkan melalui penanganan yang tepat. Hal ini seperti diungkapkan Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Jiwa Menur dr. Rr Ika Indiyah P, M.Kes.

“Di luar negeri penderita gangguan jiwa bukan menjadi sesuatu hal yang perlu dijauhi. Sebaliknya mereka justru dirangkul untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ini sangat berbeda dengan di Indonesia dimana masih ada stigma negatif terkait penderita gangguan jiwa,” urai wanita yang telah mengabdi di RSJ Menur sejak 1996 silam.

Lebih lanjut dr. Ika mengungkapkan, keluarga dan lingkungan harus mendukung penderita gangguan jiwa untuk bisa sembuh. Dukungan penuh dari lingkungan terutama dari keluarga bisa membantu proses kesembuhan penderita gangguan jiwa.

“Mereka (penderita gangguan jiwa,red) juga manusia, punya hak yang sama, jadi perlakukanlah mereka juga secara manusiawi,” tegasnya.

Masih adanya stigma negatif dari masyarakat terkait penderita gangguan jiwa, lanjutnya, menjadi tantangan tersendiri bagi RSJ Menur. Sosialisasi bagaimana penanganan yang tepat terhadap penderita gangguan jiwa terus dilakukan rumah sakit milik Pemprov Jatim itu. Bahkan sejumlah inovasi terus ditelurkan RSJ Menur untuk mengikis stigma negatif tersebut, salah satunya lewat program MLM Pasung yang juga telah berbicara di kancah internasional.

“Program MLM Pasung masuk Nominasi Lomba Pelayanan Publik Tingkat Dunia dengan Mengusung Judul MLM-Pasung yang Diselenggarakan oleh UNPSA PBB di Maroko Tahun 2018,” imbuh dr. Ika.

RSJ Menur pun terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanannya termasuk untuk pasien non jiwa. Ini salah satunya diwujudkan dengan penyediaan layanan rawat inap pasien non jiwa.

“Kita sedang mempersiapkan layanan rawat inap pasien non jiwa. Inshaa Allah dalam waktu bisa segera dioperasionalkan,” pungkasnya.

Share this post

No comments

Add yours