Tingkatkan Pelayanan Prima, RSJ Menur Gelar Diklat Excellent Service


Dra. Nyimas Fatria Kurnaeny, Apt., M.Kes, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSJ Menur, menyematkan tanda peserta diklat excellent service.

SURABAYA – Salah satu syarat utama agar rumah sakit dapat survive adalah bila mampu memberi pelayanan prima (service excellent,red). Jika berbicara kepuasan pelayanan tentunya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh bagian customers services, melainkan peran serta seluruh departemen di rumah sakit dituntut juga untuk menerapkan pelayanan prima untuk terciptanya “Service Excellent”.

Berangkat dari alasan tersebut, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur menggelar diklat excellent service pada 19 hingga 23 Maret 2018. Bertempat di Graha Menur, Diklat ini secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Fungsional Badan Diklat Pemprov Jatim, Sucipto, Senin (19/3).

“Diklat ini diikuti 20 peserta, dari perawat, dokter, tenaga kesehatan, dan administrasi. Setelah sempat vakum, baru sekarang diselenggarakan lagi diklat ini untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit. Diharapkan kedepan diklat semacam ini bisa dilaksanakan tiap semester,” ujar Dra. Nyimas Fatria Kurnaeny, Apt., M.Kes, Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSJ Menur, saat pembukaan diklat.

Lebih lanjut Nyimas menuturkan, peserta diklat dipilih terutama yang bersinggungan langsung dengan pelayanan sehingga diharapkan mereka bisa lebih luwes dalam memberikan pelayanan.

Sementara itu Sucipto mengungkapkan, dalam PP No 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Aparatur Negara, disebutkan setiap aparatur sipil harus mengikuti diklat minimal 20 jam dalam satu tahun.
Diklat excellent service wajib dilakukan setiap instansi penyedia jasa layanan publik.

“Sekarang ini sudah banyak kompetitor sehingga diperlukan pelayanan prima untuk bisa bertahan. Diklat excellent service ini nanti goalnya adalah terciptanya 3C yakni perubahan. Poin dalam 3C ini mencakup cara pandang harus berubah, sikap dan perilaku, serta tata kerja harus berubah juga menjadi lebih baik,” jelasnya.

Sedangkan kunci untuk meraih 3C itu, lanjut Sucipto, ada pada 6T yaitu Tanggap (sensitif terhadap perubahan), Tangguh (kuat olah pikir, olah rasa, dan olah fisiknya).

Selanjutnya ada Tanggon yakni harus konsekuen mengikuti aturan yang ada, kerja cepat dan cermat. Transparan, perlu adanya keterbukaan dalam pekerjaan. Berikutnya hasil kerja terlihat nyata. Dan T yang terakhir adalah Tanggung Jawab, dalam artian bertanggung jawab penuh pada pekerjaan.

“Jadi harus mau berubah, belajar untuk berubah. Kalau tidak mau berubah ya akan ketinggalan,” tegasnya.

Dalam diklat kali ini 20 peserta akan dibagi menjadi 3 kelas dan menerima materi dengan mentor dari John Robert Power (JRP). Setidaknya terdapat 8 mentor dari JRP yang akan memberikan materi diklat kepada peserta.

Share this post

No comments

Add yours