Sembuhkan Pasien Narkoba Lewat Terapi Spritual dan Medis


Dr. Fattyawan Kintono, SpKJ(K)

SURABAYA – Penyalahgunaan narkoba pada anak-anak dan remaja akhir-akhir ini cenderung meningkat. Berbagai dampak negatif pun muncul sebagai imbas penyalahgunaan narkoba, baik secara medis maupun psikologis.

“Salah pergaulan dan ketidakharmonisan hubungan keluarga menjadi faktor terbanyak orang menjadi pecandu narkoba. Dan ini menjadi penyakit kronik yang bisa kambuh,” tegas Dr. Fattyawan Kintono, SpKJ(K), dokter pelayanan Instalasi Napza RSJ Menur.

Metode rehabilitasi sosial (resos) dengan basis penyembuhan melalui terapi spiritual dan religius dinilai mampu optimal menghentikan efek ketergantungan maupun efek kambuh bagi para pecandu narkoba.

“Aspek spiritual tidak bisa dipisahkan dari proses penyembuhan pecandu narkotik. Maka dari itu selain medis, kami juga memberikan terapi religi kepada pasien penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya.

Aspek spiritual, lanjutnya, menjadi penting karena setiap agama mengajarkan bahwa narkotik adalah hal yang terlarang. Dengan begitu pecandu akan termotivasi melepaskan diri dari jeratan narkotik.

“Kami coba mendekatkan lagi pasien dengan Yang Maha Kuasa. Mereka kami dorong beribadah sesuai agamanya masing-masing,” tugasnya.

Instalasi Napza RSJ Menur sendiri kini tengah merehabilitasi 18 pasien yang terdiri dari 17 pasien pria dan 1 pasien perempuan. Mereka memiliki latar belakang usia mulai 16 tahun hingga 60 tahun.

Share this post

No comments

Add yours