Masa Orientasi Khusus Bagi Perawat Baru


Adi Suwito,S. Psi,S.Kep,NS Kepala Bidang Keperawatan RSJ Menur, saat memberikan materi orientasi kepada perawat baru.

SURABAYA – Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan masyarakat yang semakin kritis sehingga menuntut pelayanan yang bermutu tinggi. Rumah sakit pun harus menyediakan tenaga professional yang mumpuni untuk memberikan layanan maksimal, salah satunya perawat. Bisa dibilang perawat merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan bermutu tinggi kepada masyarakat (pasien,red) sehingga perlu diberikan bekal khusus bagi perawat sebelum terjun dalam memberikan pelayanan.

Hal tersebut juga diterapkan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur terhadap para perawat baru. Mereka (perawat baru, red) wajib menjalani masa orientasi hingga tiga bulan agar mampu memberikan standard pelayanan bermutu tinggi. Program orientasi tiga bulan diberikan kepada semua perawat baru untuk mempercepat proses adaptasi selama masa transisi dari status siswa ke status pegawai.

“Program orientasi ini memuat standart praktik keperawatan professional yang harus dimiliki oleh seorang perawat dalam menghadapi pekerjaan selanjutnya. Orientasi dibagi menjadi dua yakni umum dan khusus. Untuk umum mencakup visi misi rumah, struktur organisasi, jajaran direksi, struktural, maupun fungsional, dan lingkungan rumah sakit. Sedangkan orientasi khusus, nantinya para perawat baru ini akan digilir ke ruangan-ruangan sehingga jadi lebih memahami tugas mereka,” jelas Shodikin, S.Kep.,NS, Seksi Tenaga dan Sarana Keperawatan RSJ Menur, Jumat (6/4).

Lebih lanjut Shodikin mengungkapkan terdapat 14 perawat baru yang mengikuti masa orientasi ini. Mereka terdiri dari 10 perawat laki-laki dan 4 perawat baru, yang berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur.

Manfaat program orientasi yang ditangani secara tepat akan membawa karyawan untuk berkinerja lebih baik, membantu mengurangi kegugupan hari pertama bekerja, dan mengurangi kejutan kenyataan yang dihadapinya. Dengan mengetahui gambaran kerja yang akan dilaluinya, seorang perawat baru dapat menghindari kesenjangan yang timbul antara apa yang diharapkan dari pekerjaan barunya dengan kenyataan yang ada.

Sementara itu Adi Suwito,S. Psi,S.Kep,NS Kepala Bidang Keperawatan RSJ Menur berharap dengan adanya tambahan ‘amunisi’ perawat baru ini dapat menambah mutu pelayanan dari RSJ Menur.

“Dengan kehadiran perawat baru ini diharapkan pelayanan yang diberikan kepada masyarakat bisa lebih maksimal lagi,” tukasnya.

Share this post

No comments

Add yours