Demi Loyalitas, Rela PP Surabaya-Malang Setiap Hari


Kabag Program RSJ Menur Siti Nurhidajah R SKM., M.Kes

SURABAYA – Loyalitas terhadap pekerjaaan tak jarang membuat seseorang harus rela berkorban mulai dari jarak tempat bekerja yang jauh hingga waktu kebersamaan bersama keluarga. Hal ini pula yang dialami Kabag Program RSJ Menur Siti Nurhidajah R SKM., M.Kes. Demi loyalitas pada pekerjaan ia harus rela pulang pergi (PP,red) Surabaya-Malang setiap hari.

“Itu (PP Surabaya-Malang, red) saya jalani saat masih ditempatkan di Rumah Sakit Saiful Anwar, sekitar tahun 2009 lalu,” kenang wanita yang karib disapa Nunung ini.

Lebih lanjut Nunung mengisahkan, kala itu dirinya yang berdomisili di Kota Pahlawan harus rela menempuh rute Surabaya-Malang setiap harinya. Selepas Subuh wanita berhijab ini sudah harus berangkat ke tempat kerjanya (RS Saiful Anwar,red) yang berlokasi di Malang, dan baru pulang saat malam menjelang. Ritme seperti ini ia jalani hingga 2,5 tahun lamanya. Tak pelak waktu bersama keluarga tercinta pun harus rela ia korbankan.

“Ya mau bagaimana lagi, pekerjaan menuntut saya seperti itu jadi ya harus dijalani dengan ikhlas,” tukasnya.

Karena tak memiliki banyak waktu bersama keluarga tercinta, Nunung kerap mendapat protes terutama dari kedua buah hatinya. Dengan sabar Nunung pun memberikan pengertian kepada kedua putranya. Bahkan diakui Nunung karena minimnya waktu yang diluangkan bersama keluarga menjadikan kedua putranya lebih mandiri.

“Alhamdulillah mereka bisa mengerti dan mereka juga jadi bisa lebih mandiri karena sejak kecil sudah biasa ditinggal ibunya bekerja,” ujarnya seraya tersenyum.

Dukungan dari keluarga pun memberikan semangat pada Nunung dalam menjalani rutinitasnya sebagai seorang abdi negara. Dengan penuh semangat dan keikhlasan hati ia jalani pekerjaannya. Meski demikian, jauh di lubuk hatinya ia selalu memanjatkan doa agar ditempatkan di Surabaya agar lebih punya banyak waktu bersama keluarga. Doa Nunung pun terjawab, pada September 2011 ia ditempatkan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya.

“Saya percaya jika kita menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, apapun itu dan dimana pun itu maka hasilnya juga akan baik bagi kita. Pekerjaan adalah amanah yang harus dilaksanakan dengan baik,” tegasnya.

Pun demikian halnya saat ia harus ditempatkan di sebuah rumah sakit khusus jiwa, Nunung tak keberatan. Meski tak memiliki latar belakang pendidikan khusus jiwa namun Nunung tetap menjalaninya dengan ikhlas hati.

“Sebelum di RS Saiful Anwar, saya ditempatkan di Dinkes Jatim kemudian dipindah ke Akademi Gizi. Awalnya memang kaget saat ditempatkan di rumah sakit khusus jiwa, tapi saya banyak belajar karena menjadi sesuatu hal yang baru bagi saya,” jelas wanita kelahiran 1964 ini.

Berkat kegigihannya dalam merangkul semua pihak dan tak pernah malu belajar tentang hal yang baru baginya, Nunung pun mengaku nyaman menjalankan tugasnya termasuk saat ditempatkan di RSJ Menur.

“Untuk kelancaran dalam bekerja, komunikasi dengan semua pihak baik atasan maupun bawahan selalu saya utamakan. Kita harus bisa merangkul semua pihak sehingga bisa bekerjasama dalam menjalankan pekerjaan,” simpulnya.

Share this post

No comments

Add yours