Didukung Kemenkes, RSJ Menur Gelar Pelatihan Etik Penelitian Kesehatan


Direktur RSJ Menur Dr. drg. Sri Agustina Ariandani, M.Kes saat membuka pelatihan.

SURABAYA – Sukses menggelar seminar
kesehatan bertajuk ‘Menuju Layanan Kesehatan Jiwa yang Terintegrasi dan Paripurna di Era Milenial’, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur kembali berbagi ilmu dengan menggelar Pelatihan Etik Dasar Lanjut (EDL) Dalam Penelitian Kesehatan. Dalam pelatihan yang diselenggarakan di Hotel Santika Gubeng pada 23 hingga 25 April 2018 ini, RSJ Menur bekerja sama dengan Komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN) Kemenkes RI.

Direktur RSJ Menur Dr.drg. Sri Agustina Ariandani, M.Kes, mengungkapkan pelatihan yang diikuti 58 peserta ini merupakan wujud dari rumah sakit milik Pemprov Jatim tersebut untuk kian mengukuhkan diri sebagai Rumah Sakit Pendidikan.

“RSJ Menur per 16 Desember 2017 telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan. Dengan demikian RSJ Menur dapat menjadi wadah pendidikan bagi dokter kesehatan jiwa, maupun instansi kesehatan lainnya untuk memperdalam ilmu. Dan pelatihan ini salah satu wujud bagi kita untuk berbagi ilmu,” jelasnya, saat pembukaan pelatihan Senin (23/4/2018).

Lebih lanjut wanita yang karib disapa Tina ini mengungkapkan, melalui penyelenggaraan pelatihan ini diharapkan dapat mengikis citra negatif dari RSJ Menur.

“Kita ingin stigma negatif RSJ Menur dihilangkan. Bahwa kita tidak hanya merawat orang-orang sakit jiwa, tapi kita juga menjual ilmu, menjadi wadah pendidikan bagi para dokter dan instansi kesehatan lainnya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Instalasi Diklat RSJ Menur dr. Rifatul Hasna menuturkan pelatihan etik ini merupakan kali pertama digelar RSJ Menur.

“Ini merupakan pelatihan mandiri, pertama yang digelar RSJ dan didukung Kemenkes. Untuk pembicara full dari Kemenkes, sedangkan RSJ dari sisi kepesertaan,” ungkapnya saat dijumpai kesempatan yang sama.

Dalam pelatihan tersebut menghadirkan
Ketua Komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN) Kementerian Kesehatan RI, Dr dr Triono Soendoro PhD, sebagai fasilitator. Sedangkan 58 peserta yang terdaftar tidak hanya dari Jawa Timur tapi juga datang dari Atambua (NTT) dan Pulau Ende.

Share this post

No comments

Add yours