Trenyuh Lihat Pasien Tak Kunjung Dijemput Keluarga


dr. Esther Haryanto, Sp.KJ (kanan) saat menerima kenaikan pangkat dari Direktur RSJ Menur Dr. drg. Sri Agustina Ariandani, M.Kes.

SURABAYA – Puluhan tahun mengabdikan diri pada pekerjaan seringkali mendatangkan rasa jenuh bagi seseorang. Hal ini pula yang kadangkala dirasakan dr. Esther Haryanto, Sp.KJ, Kepala Instalansi Rawat Inap RSJ Menur. Tak dapat dipungkiri selama 22 tahun mengabdi di rumah sakit khusus jiwa, dr. Esther pernah dilanda rasa jenuh.

“Kadang ada rasa jenuh, capek juga, pasien ada ratusan, seperti tidak ada putusnya, saya rasa itu manusiawi tinggal bagaimana kita mengatasi rasa jenuh itu,” ujar wanita berusia 55 tahun ini.

Lebih lanjut dr. Esther mengungkapkan, kondisi pasien yang ditanganinya selalu membuatnya kembali bersemangat menjalani rutinitas kerja. Bahkan dirinya kian bersemangat saat pasiennya bisa sembuh dan kembali ke pangkuan keluarga.

“Ada perasaan bahagia yang tidak bisa dilukiskan saat pasien saya bisa sembuh dan dijemput pulang keluarganya. Rasa capek dan penat pun seolah terbayar dengan melihat kondisi seperti itu,” ungkap wanita yang telah mengabdikan diri di RSJ Menur sejak tahun 2000 ini.

Sebaliknya ia akan merasa sangat sedih manakala tahu pasiennya tak kunjung dijemput keluarga meski telah dinyatakan sembuh.

“Ada kasus dimana pasien saya tidak juga dijemput keluarga meski sudah sembuh, kita menghubungi pihak keluarga juga susah. Ini yang membuat saya trenyuh,” imbuhnya.

Bersinggungan dengan pasien jiwa juga membuat dr. Esther lebih mensyukuri kehidupan. Bahwa permasalahan yang kerap dialaminya tak sebanding dengan persoalan hidup para pasien jiwa.

“Saya merasa permasalahan saya tidak ada apa-apanya dengan masalah mereka (pasien jiwa,red). Saya jadi bisa lebih menghargai apa yang saya miliki, lebih banyak bersyukur dalam menjalani hidup,” tegasnya.

Buah dari kesabaran dr. Esther mengabdikan diri di rumah sakit jiwa pun berbuah manis. Tepat pada perayaan ulang tahun RSJ Menur ke 41 pada bulan Maret silam, dr. Esther menerima kenaikan pangkat dari golongan 4C menjadi 4D.

“Sekali lagi kita harus lebih banyak bersyukur dalam menjalani hidup, itu kuncinya agar kita bisa ikhlas menjalankan pekerjaan,” simpulnya.

Share this post

No comments

Add yours