Perawat Jaman Now Lebih Melek Teknologi


Rustafariningsih, S.Kep, Ns

SURABAYA – Kemajuan di bidang teknologi tak melulu berdampak negatif. Jika dapat dipergunakan sebagaimana mestinya maka teknologi akan memberikan dampak positif termasuk untuk urusan pekerjaan. Diakui Rustafariningsih, S.Kep, Ns, dari Tim Keperawatan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur, kemajuan teknologi mampu menambah ilmu bagi perawat-perawat masa kini.

“Perawat-perawat sekarang bisa dibilang lebih pintar, ini tak terlepas dari kian mudahnya dalam mengakses ilmu tentang keperawatan. Perawat bisa memanfatkan kemajuan teknologi untuk browsing-browsing pengetahuan tentang keperawatan, dan itu bisa dilakukan kapanpun dimanapun,” ujarnya.

Meski dapat memanfaatkan teknologi untuk menambah ilmu namun untuk urusan keterampilan, kata dia, baru bisa didapat seorang perawat lewat praktek. “Keterampilan dapat dimiliki seorang perawat lewat praktek, bersentuhan langsung dengan pasien,” imbuh wanita berhijab ini.

Lebih lanjut Rustafariningsih mengungkapkan, makin sering perawat berinteraksi dengan pasien maka akan makin bertambah pula tingkat keterampilannya dalam memberikan
pelayanan.

“Saat berinteraksi dengan pasien ada komunikasi yang terbangun, makin sering perawat berinteraksi dengan pasien maka akan semakin banyak komunikasi yang tercipta sehingga
kian memudahkan perawat dalam memberikan pelayanan,” tegas Rustafariningsih.

Komunikasi, lanjutnya, merupakan poin penting bagi seorang perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien tak terkecuali pasien dengan gangguan kejiwaan. Bahkan ada ilmu khusus yang perlu dipelajari seorang perawat dalam memperlakukan pasien gangguan jiwa.

Ia pun lantas berkisah bagaimana pertama kali menangani pasien gangguan jiwa saat awal mengabdi di RSJ Menur pada 1998 silam. “Saya kan basic nya perawat umum jadi ketika awal ditempatkan disini (RSJ Menur,red) terus terang saya bingung. Bingung bagaimana harus memperlakukan pasien gangguan jiwa karena kondisi mereka berbeda dengan pasien umum,” kisahnya.

Beruntung ia masih memiliki kesempatan untuk belajar bagaimana memperlakukan pasien dengan gangguan jiwa. “Jadi memang ada ilmunya, bagaimana membangun komunikasi dengan pasien gangguan jiwa, skill melakukan perawatan pasien gangguan jiwa juga ada ilmu khusus,” imbuhnya.

Selain itu perawat pasien gangguan jiwa juga harus mengembangkan pengetahuan tentang penyakit fisik (non jiwa,red) karena tak sedikit pasien gangguan jiwa juga memiliki penyakit non jiwa seperti diabetes dan lainnya.

“Kalau ada pasien yang bersangkutan juga memiliki penyakit penyerta tentu saja treatment kita kepada pasien juga berbeda lagi. Dan ini yang juga harus diketahui perawat,” pungkasnya.

Share this post

No comments

Add yours