Tren Gangguan Jiwa pada Anak Cenderung Meningkat


Ilustrasi

SURABAYA – Perubahan gaya hidup saat ini sedikit banyak telah menjadi pemicu munculnya gangguan jiwa. Rutinitas yang padat kerap membuat seseorang depresi yang berujung pada gangguan kejiwaan. Dewasa ini gangguan kejiwaan tak hanya dialami orang dewasa tapi juga membayangi usia anak dan remaja. Hal ini seperti diungkapkan dr. Esther Haryanto, Sp.KJ, Kepala Instalansi Rawat Inap RSJ Menur.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa tren gangguan kejiwaan pada anak saat ini cenderung meningkat. Perubahan perilaku mereka saat ini sangat berbeda jauh dengan anak-anak dahulu. Boleh dibilang anak-anak jaman now tidak bisa menikmati masa-masanya sebagaimana mestinya,” ungkap dr. Esther.

Bermain yang menjadi dunia anak, lanjut dr.Esther, tak bisa lagi dinikmati. Ini tak terlepas dari rutinitas yang bersangkutan.

“Bisa kita lihat sekarang, anak baru berumur sekian bulan atau sekian tahun sudah harus masuk sekolah. Belum lagi ada kegiatan les dan lain sebagainya. Sehingga anak sudah tidak bisa bermain sewajarnya. Memang pendidikan sejak usia dini baik bagi tumbuh kembang anak, tapi tidak semua anak bisa melakukannya dan terkadang para orang tua kerap memaksakan kehendaknya. Akhirnya menjadi beban bagi anak-anak,” urainya.

Menurut dr. Esther, hendaknya anak-anak bisa menikmati dunianya sehingga ia bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik tanpa adanya tekanan ataupun beban.

“Kalau sudah tertekan tentu akan menggangu psikologinya, dan ujung-ujungnya si anak stres dan berujung pada gangguan kejiwaan,” tuturnya lagi.

Senada dengan dr. Esther, dr. Benediktus Elie, SpKJ, Ketua Komite Medis RSJ Menur, mengungkapkan jika tren gangguan kejiwaan pada anak cenderung meningkat.

“Trennya memang naik pada anak dan remaja, aspek teknologi menjadi salah satu pemicunya,” tukasnya.

Kebiasaan anak dengan gadgetnya diakui dr. Beni-demikian ia karib disapa- telah menjadi candu bagi mereka. Sehingga ketika mereka tak bertemu gadgetnya maka ada rasa gelisah dalam diri mereka.

“Sudah terbiasa dengan gadget, begitu harus lepas dari gadget, rasa gelisah, perasaan tak nyaman akan muncul. Dan kalau ini dibiarkan tentu akan berdampak buruk bagi psikologi mereka,” tegasnya.

Selain kecanduan gadget, masalah kesehatan mental anak dan remaja juga mencakup:

– Kesulitan belajar
– Bullying
– Menolak sekolah
– Cemas perpisahan
– Phobia (takut)
– Depresi
– Bipolar
– Mengamuk
– Menentang orangtua
– Keterbelakangan (retardasi mental)
– Keterlambatan bicara
– Autisme
– Gangguan hiperaktivitas dan konsentrasi
– Kekerasan fisik atau seksual
– Pola asuh orangtua.

Proses tumbuh kembang anak terjadi dalam segala aspek baik fisik, intelektual, psikologis, moral, sosial dan spiritual di dalam fase yang berjalan berkesinambungan. Untuk itu butuh konsultasi, kebutuhan terapi dan perawatan untuk mengontrol masalah emosi dan perilaku anak dan remaja.

Share this post

No comments

Add yours