Asisten III: Paradigma RSJ Menur Sudah Berubah


Asisten III Abdul Hamid saat memberikan ceramah agama

SURABAYA – Pelan tapi pasti paradigma terhadap Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur telah berubah. RSJ Menur tak lagi dipandang sebagai rumah sakit yang hanya merawat orang dengan gangguan jiwa saja. Perubahan paradigma ini tak terlepas dari inovasi yang terus dilakukan jajaran manajemen RSJ Menur. Hal ini seperti ditegaskan Asisten III Pemprov Jatim Abdul Hamid.

“Ada paradigma yang berubah dari RSJ Menur. Semua ini tak terlepas dari inovasi yang terus dilakukan manajemen. Tentunya hal ini juga membutuhkan dukungan SDM yang kompeten. Penempatan SDM harus berbasis profesionalisme agar didapatkan figur-figur yang kompeten,” ujarnya, saat menjadi penceramah dalam acara buka puasa bersama RSJ Menur, Selasa (5/6).

Lebih lanjut Hamid mengungkapkan , supporting sistem dibutuhkan untuk mendapatkan figur-figur berkompeten. Dengan demikian inovasi akan terus tercipta sehingga tidak ada lagi kesan negatif yang disematkan bagi RSJ Menur.

“Di RSJ Menur telah dirintis supporting sistem, agar penempatan orang-orangnya lebih pas, lebih berkompeten,” tegasnya.

Selain mengundang Asisten III Pemprov Jatim, acara buka bersama yang diikuti seluruh karyawan RSJ Menur ini juga menghadirkan anak-anak yatim di sekitar rumah sakit dan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK,red) yang menjadi pasien RSJ Menur.

“Kita ingin berbagi berkah di bulan suci Ramadhan. Kita juga memberikan santunan kepada anak yatim di sekitar rumah sakit dan anak-anak ABK,”  ujar Direktur RSJ Menur Dr. drg. Sri Agustina Ariandani, M.Kes.

Share this post

No comments

Add yours