Ingin Memutihkan Gigi? Kenali Dulu Dampaknya


SURABAYA – Dewasa ini memutihkan gigi sedang menjadi tren di dunia kecantikan, mulai dari kalangan sosialita, selebritis, hingga masyarakat umum. Berbagai alasan digunakan untuk mendapatkan gigi putih bak mutiara, mulai dari memperbaiki penampilan, senyum yang indah, hingga tuntutan pekerjaan. Tak ayal jika akhirnya banyak orang yang rela merogoh kocek dalam-dalam demi gigi putih impian.

“Memutihkan dan merapikan gigi saat ini cukup banyak diminati masyarakat. Jadi trennya sekarang lebih ke estetika (kecantikan,red), “ ungkap drg. Riza Ruman, dokter gigi RSJ Menur.

Untuk memutihkan maupun merapikan gigi, kata drg. Riza, ada syarat yang harus dipenuhi yakni gigi yang bersangkutan bukan merupakan gigi tambal, bukan gigi palsu, ataupun gigi mati.

“Jadi giginya harus sehat sehingga bisa dilakukan perawatan, “ imbuhnya.

Sementara itu dalam pelaksanaan pemutihan gigi, lanjut drg. Riza, prosedurnya dibagi ke dalam dua jenis, sementara dan permanen. Pemutihan gigi tidak permanen, atau yang sering disebut bleaching, merupakan prosedur untuk menghilangkan noda yang tidak dapat dibersihkan dengan cara konvensional.

Sedangkan pemutihan gigi secara permanen, atau veneer porselan, adalah prosedur perawatan yang dilakukan dengan cara melapisi gigi dengan lapisan porselan tipis yang warnanya lebih putih dari gigi aslinya.

“Bleaching gigi yaitu merupakan salah satu perawatan yang dapat dilakukan untuk membuat gigi menjadi lebih putih dan cerah. Perawatan tersebut menggunakan bahan pemutih gigi yang terbilang aman, apabila berada di bawah pengawasan dokter gigi,” jelasnya.

Adapun veneer gigi adalah salah satu metode yang dilakukan dalam kedokteran gigi untuk membuat dan mengembalikan senyum indah pasien sesuai keinginannya. Bentuk fisiknya berupa lapisan kecil menyerupai bentuk gigi dan berwarna putih bersih yang menutupi permukaan gigi bagian depan. Dengan bentuk tersebut, tak heran veneer dapat membantu membuat gigi lebih putih.

Meski memutihkan gigi dapat membuat tampilan seseorang terlihat lebih menarik, ternyata memutihkan gigi memiliki dampak serius bagi kesehatan mulut dan gigi kita. Dampaknya antara lain:

1. Gigi Sensitif
Gigi yang lebih sensitif bisa saja terasa ketika sedang menjalani proses pemutihan dan beberapa saat setelah proses pemutihan gigi. Hal ini terjadi karena terbongkarnya lapisan dentin saat proses pemutihan. Sebaiknya, berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter dan meminta produk yang baik serta tidak terlalu berpengaruh terhadap gigi sensitif selama proses pemutihan.

2. Iritasi Jaringan Lunak
Pada kasus ini, biasanya gusi akan membengkak dan memerah pada area yang terkena produk pemutih, berdarah, dan terasa sakit. Iritasi jaringan lunak ini terjadi akibat adanya kontak dengan pemutih gigi. Jaringan tersebut akan kembali normal tak lama setelah bahan kimia dari pemutih hilang.

3. Hasil Tak Sesuai Harapan
Kasus ini kerap dialami oleh orang-orang yang telah menjalani proses memutihkan gigi. Pada dasarnya, proses memutihkan gigi ini bergantung pada seberapa pekat warna gigi sebelum mengalami proses pemutihan. Beberapa orang dengan warna gigi yang kecokelatan merasa tidak puas dengan warna gigi setelah mengalami proses pemutihan.

4.Gigi Berubah Warna
Untuk beberapa orang yang terlalu sering memutihkan gigi mereka akan melihat bahwa gigi mereka berubah warna menjadi kelabu atau transparan alih-alih putih seperti yang diharapkan.

Tidak ada yang salah dengan keinginan memiliki gigi putih. Namun, ada baiknya, sebelum memtuskan untuk menjalani praktik pemutihan gigi yang menggunakan bahan kimia, coba terlebih dahulu tips memutihkan gigi dengan menggunakan bahan-bahan alami, seperti dengan menggunakan campuran garam dan baking soda, lemon, pisang, serta kulit jeruk.

Share this post

No comments

Add yours