Cuaca Menyengat, Jamaah Haji Rentan Terserang Heat Stroke


dr. Dian Eva Sanjaya, Sp.S, dokter spesialis saraf RSJ Menur.

 

SURABAYA – Cuaca di Tanah Suci sangat berbeda dengan cuaca di Tanah Air. Bahkan, perubahan yang signifikan itu bisa memicu serangan heat stroke pada jamaah haji.

Heat stroke adalah panas dengan suhu tubuh lebih dari 40 derajat yang diakibatkan karena terpapar suhu lingkungan yang panas dalam waktu lama atau aktivitas fisik yang berlebihan disertai dengan gangguan central nervous system.

“Gejala lain bisa seperti kulit yang berwarna merah, kering, nyeri kepala, muntah, bingung, bahkan bisa disertai kejang, gangguan ginjal, gangguan kesadaran bahkan sampai koma. Kejadian ini bisa tumpang tindih dengan kejadian dehidrasi. Hal ini sangat rentan terjadi pada jamaah haji dengan perbedaan suhu yang ekstrem di Tanah Air,” jelas dr. Dian Eva Sanjaya, Sp.S, dokter spesialis saraf RSJ Menur.

Adapun gejala terserang heat stroke, yakni:

1. Suhu tubuh lebih dari 40 derajat celcius, seringkali pingsan sebagai tanda awal.

2. Perubahan keadaan mental atau perilaku seperti kebingungan, ucapan yang tidak jelas mudah tersinggung, dan kejang.

3. Perubahan dalam berkeringkat.

4. Pada sengatan panas, yang ditimbulkan oleh cuaca panas, kulit akan terasa panas dan keringat sangat disentuh.

5. Mual dan muntah.

6. Bernapas dan jantung berdebar cepat.

7. Sakit kepala, mungkin berdenyut-denyut

Jika kita mencurigai seseorang terkena heat stroke, kata dr. Dian, segera hubungi petugas kesehatan atau bawa ke rumah sakit terdekat, karena penundaan bisa berakibat fatal.

“Sambil menunggu pertolongan datang, yang bisa kita lakukan adalah menurunkan suhu tubuh dengan cepat baik Pasih seperti memindahkan penderita ke tempat yang dingin serta melepaskan pakaian yang tidak perlu,” urai dr. Dian.

Sementara itu heat stroke dapat dicegah dengan melakukan hal-hal berikut:

1. Minumlah air sesering mungkin tidak menunggu haus. Minum banyak cairan untuk mengganti cairan yang hilang karena keringat dan mencegah dehidrasi.

2. Gunakan semprotan air sesering mungkin pada bagian kulit yang terbuka seperti muka, tangan.

3. Gunakan payung dan topi saat di luar gedung. Hal ini akan membantu mencegah panas matahari langsung mengenai wajah dan leher.

4. Gunakan tabir Surya dengan minimal SPF (Sun Protection Factor) 30 atau lebih.

Share this post

No comments

Add yours