Tingkatkan Pengetahuan PPA, RSJ Menur Gelar Pelatihan Selama Dua Hari


Pelatihan ‘Manajemen Nyeri dan Psikogeriatri’ yang digelar di Graha Menur, Selasa (14/8/2018).

 

SURABAYA – Sebagai salah satu upaya peningkatan mutu dan profesionalisme tenaga Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yang bekerja di rumah sakit, maka diperlukan pendidikan dan pelatihan. Hal ini seperti yang dilakukan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur. Rumah sakit milik Pemprov Jatim ini menggelar pelatihan khusus bagi para PPA nya. Mengambil tema ‘Pelatihan Manajemen Nyeri dan Psikogeriatri’, pelatihan tersebut digelar selama dua hari, 14-15 Agustus 2018.

Direktur RSJ Menur dr. Herlin Ferliana, M.Kes, mengungkapkan selama dua hari tenaga PPA di RSJ Menur akan diberikan pelatihan terkait penanganan dan psikogeriatri.

“Kita berikan pelatihan terkait manajemen nyeri karena nyeri merupakan kasus terbanyak di rumah sakit. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan penanganan terkait keluhan nyeri pada pasien bisa ditangani sedini mungkin,” jelasnya.

Lebih lanjut dr.Herlin menuturkan, deteksi sedini mungkin terkait nyeri penting dilakukan agar tidak terlambat penanganannya.

“Sekarang ini, saat akan memeriksa kondisi pasien ada 5 tanda-tanda vital yang perlu diketahui PPA, mulai dari tensi, nadi, suhu tubuh, pernafasan, hingga keluhan nyeri. Tadinya hanya 4 tanda vital yang perlu diketahui, tapi sekarang menjadi 5 dengan adanya tanda nyeri ini,” ungkapnya.

Di hari kedua, kata dr. Herlin, tenaga PPA yang terdiri dari dokter dan perawat tersebut menerima pelatihan terkait psikogeriatri. Materi ini diberikan tak terlepas dari angka harapan hidup masyarakat Indonesia yang terus meningkat.

“Harapan hidup masyarakat Indonesia makin tinggi sehingga kian banyak orang lanjut usia, sehingga segala hal terkait psikogeriatri ini penting untuk diketahui,” imbuhnya.

Bahkan kini, lanjut dr. Herlin, psikogeriatri telah masuk dalam 5 program akreditasi rumah sakit. Adapun kelima program tersebut yakni terkait HIV/AIDS, Angka Kematian Ibu (AKI), TBC, Resistensi Antibiotik, dan Psikogeriatri.

Ia lantas berharap dengan adanya pelatihan selama dua hari tersebut dapat menyegarkan kembali para tenaga PPA akan pengetahuannya sehingga mampu memberikan layanan prima kepada pasien.

Sementara itu Ketua Panitia dr. M. Grace Irawati Natawira, mengungkapkan pelatihan selama dua hari tersebut diikuti 40 tenaga profesional pemberi asuhan dari kalangan dokter dan perawat RSJ Menur. Selama dua hari mereka akan diberikan materi terkait manajemen nyeri dan Psikogeriatri dengan pemateri dari kalangan internal dan eksternal.

“Ada 8 pemateri yang kita hadirkan selama dua hari pelatihan. Mereka (pemateri,red) tidak hanya dari RSJ Menur tapi ada juga dari eksternal,” tukasnya.

Pelatihan tersebut disambut antusias oleh peserta, salah satunya
Binti Ridusalamah. Ditemui disela pelatihan, wanita yang kesehariannya bertugas sebagai perawat di poli spesialis jiwa ini mengaku senang bisa terpilih sebagai peserta pelatihan.

“Alhamdulillah bisa ikut pelatihan, bisa nambah pengetahuan sekaligus merefresh ilmu. Pelatihan semacam ini penting bagi kita agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pasien,” tutur wanita berhijab ini.

Share this post

No comments

Add yours